Daulay juga menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dari berbagai elemen dalam upaya mitigasi bencana. “Kita memerlukan sinergi bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan juga media. Masyarakat harus memiliki budaya atau kesadaran dan peduli terhadap bencana. Minimal sesederhana mungkin untuk menjaga lingkungan dan keseimbangan lingkungan kita,” ujarnya.

Forum ini melibatkan para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti perwakilan lintas agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu), tokoh perempuan dan pemuda, perwakilan organisasi masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan. Dalam sesi diskusi, peserta menyoroti peningkatan literasi kebencanaan serta pemanfaatan rumah ibadah yang dapat difungsikan sebagai tempat perlindungan sementara saat bencana terjadi.

Salah satu peserta, Hadonia Lazarus Manurung dari Komunitas Setara Berdaya, menilai kegiatan ini sangat penting dalam menyatukan berbagai perspektif. “Dapat membantu untuk merumuskan situasi yang ideal, apalagi dalam upaya mitigasi dan adaptasi bencana,” ungkapnya.