Ustaz Zam Zam menyatakan keyakinannya bahwa rencana tersebut tidak akan terealisasi karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil lingkungan. Namun, ia menegaskan akan turut berada di barisan depan jika pembangunan tetap dipaksakan.
Sementara itu, Pengurus BPR Bidang Strategi, Syarif, menegaskan bahwa pihaknya konsisten menolak pembangunan stokfile batu bara tersebut. Ia menyebut rencana itu bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi maupun RTRW Provinsi Jambi.
“Kami melihat ada ketidaksesuaian dengan aturan tata ruang yang berlaku. Ini yang menjadi dasar perjuangan kami,” ujarnya.
Menurut Syarif, kegiatan roadshow buka bersama tersebut bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk konsolidasi warga untuk memperkuat penolakan terhadap rencana pembangunan di wilayah terdampak.
Ia juga menyinggung kebijakan Gubernur Jambi yang disebut telah menghentikan sementara seluruh aktivitas PT SAS, baik fisik maupun nonfisik. Warga berharap kebijakan tersebut dapat diperkuat menjadi keputusan permanen dan aktivitas dipindahkan ke lokasi yang dinilai sesuai dengan ketentuan tata ruang. (*)



