Sejarah Bangsa Persia
Sementara itu, bangsa Persia yang kemudian dikenal sebagai Iran telah ada sejak masa Kerajaan kuno Elam.
Pemukiman tertuanya, yakni situs arkeologi Chogha Bonut, berasal dari sekitar tahun 7200 SM. Catatan ini disebutkan oleh Joshua J. Mark dalam laman worldhistory.org.
Wilayah tersebut sempat mengalami berbagai penaklukan. Sebagian wilayah Persia pernah dikuasai bangsa Sumeria, kemudian oleh bangsa Asyur, dan selanjutnya oleh bangsa Media.
Kekaisaran Media (678–550 SM) kemudian digantikan oleh salah satu entitas politik dan sosial terbesar di dunia kuno, yakni Kekaisaran Persia Akhemenid (sekitar 550–330 SM). Kekaisaran ini kemudian ditaklukkan oleh Alexander Agung.
Setelah itu, wilayah Persia berada di bawah kekuasaan beberapa kekaisaran secara berturut-turut, yakni Kekaisaran Seleukia (312–63 SM), Parthia (247 SM–224 M), dan Kekaisaran Sasania (224–651 M).
Kekaisaran Sasania menjadi pemerintahan Persia terakhir yang menguasai wilayah tersebut sebelum penaklukan oleh Arab Muslim pada abad ke-7 M.
Hubungan Yahudi dan Persia dalam Sejarah
Keberadaan dua bangsa tua ini membuat keduanya pernah berada dalam satu wilayah dan hidup berdampingan secara damai.
Laman jewishjournal.com menulis bahwa orang Yahudi menetap di wilayah Persia (Iran) dalam empat periode berbeda. Pertama pada tahun 609–611 SM setelah pengasingan pertama pada tahun 722 SM yang disebabkan oleh bangsa Asyur.
Kedua pada tahun 538 SM setelah pengasingan kedua pada tahun 586 SM yang disebabkan oleh bangsa Babilonia. Ketiga pada tahun 70 M setelah penghancuran Bait Suci Kedua oleh bangsa Romawi.
Terakhir, pada abad ke-17 sebagai dampak dari Inkuisisi Spanyol yang menyebabkan penyebaran orang Yahudi ke wilayah Kekaisaran Ottoman dan kemudian ke Iran.
Sejarah panjang tersebut menunjukkan bahwa baik Yahudi maupun Persia merupakan bangsa tua yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan peradaban dunia. Kini, keduanya kembali menjadi sorotan di tengah konflik yang terjadi.


