Jakarta — Pemerintah membuka peluang perpanjangan rute Kereta Cepat Jakarta–Bandung hingga ke wilayah timur Pulau Jawa. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyebut Presiden RI Prabowo Subianto memberikan restu agar proyek tersebut diperluas hingga Surabaya, bahkan jika memungkinkan sampai Banyuwangi.

“Sesuai dengan keinginan Presiden, ke Surabaya bahkan Banyuwangi,” kata Allan saat acara buka puasa bersama media di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (6/3).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menerima penugasan untuk melakukan kajian terkait rencana perpanjangan rute kereta cepat hingga Surabaya.

“Ditugaskan, baru mau. Berarti ada (rute ke Surabaya),” ujar Dudy.

Ia menjelaskan, penugasan tersebut disampaikan saat Kementerian Perhubungan menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan beberapa waktu lalu.

Menurut Dudy, langkah untuk melakukan kajian tersebut menandakan adanya sinyal positif dari pemerintah pusat terhadap rencana pengembangan jaringan kereta cepat di Pulau Jawa.

“Jadi sepertinya sudah ada lampu hijau (dari Prabowo), karena untuk melakukan pengkajian juga kan ada konsekuensi biayanya untuk kita memulai melakukan pengkajian,” jelasnya.

Rencana perpanjangan jalur kereta cepat dari Jakarta menuju Surabaya sebenarnya sudah muncul sejak masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Jalur yang direncanakan akan menghubungkan sejumlah kota besar, di antaranya Bandung, Kertajati, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya.

Apabila proyek tersebut terealisasi, waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Surabaya diperkirakan hanya sekitar 3,5 jam.