Jakarta — Putri Beatrice dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk pindah ke Amerika Serikat menyusul skandal yang melibatkan ayahnya, Andrew Mountbatten-Windsor, terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

Sepupu Pangeran William itu disebut merasa “sangat malu” atas kasus tersebut dan berupaya menjaga keutuhan keluarga di tengah sorotan publik yang terus menguat.

Mengutip laporan Daily Mail yang diberitakan kembali oleh Page Six pada Sabtu (28/3), seorang sumber menyebut bahwa keinginan Putri Beatrice untuk meninggalkan Inggris juga mempertimbangkan bisnis properti sang suami, Edoardo Mapelli Mozzi.

Meski demikian, opsi untuk pergi dari Inggris dinilai semakin realistis, terutama setelah adanya “preseden” dari anggota keluarga lainnya.

“Saudarinya, Eugenie, telah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun dan itu telah menjadi preseden,” ujar sumber tersebut. “Kepindahan itu tidak terpikirkan beberapa tahun yang lalu, tetapi sekarang situasinya sangat berbeda.”

Sumber itu juga menambahkan bahwa pindah ke luar negeri—terutama ke Amerika Serikat—dapat menjadi awal baru bagi Beatrice dan Edoardo, sekaligus memberi ruang untuk memperbaiki hubungan pernikahan mereka.

Pasangan tersebut disebut merasa rentan menjadi sorotan jika tetap berada di Inggris, mengingat “masalah Andrew dan Sarah [Ferguson] tidak akan hilang begitu saja.”

“Ada penyelidikan polisi yang akan berlangsung beberapa bulan dan jika Andrew didakwa maka akan ada persidangan, dan itu hanya akan menambah perhatian yang tidak mereka butuhkan,” lanjut sumber itu.

“Pindah ke Amerika Serikat tentu akan tampak masuk akal bagi mereka. Edo menghabiskan banyak waktu di sana, jadi saya bisa membayangkan mereka pindah ke sana.”

Selain itu, kedua saudari tersebut diketahui masih menjalin komunikasi dengan sepupu mereka, Harry, yang disebut telah memberikan nasihat. Bahkan, ada pembicaraan mengenai kemungkinan mereka tinggal sementara di California.

Sebelumnya, adik Putri Beatrice, Putri Eugenie, memutuskan mengundurkan diri dari perannya di sebuah badan amal anti-perbudakan setelah ayah mereka, Andrew Mountbatten-Windsor, terseret dalam skandal Jeffrey Epstein file.

Putri dari Andrew Mountbatten-Windsor dan Sarah Ferguson itu telah menjabat selama tujuh tahun sebagai pelindung Anti-Slavery International.

Andrew sebelumnya ditangkap pada ulang tahunnya yang ke-66 bulan lalu terkait hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein.

Situasi hukum pria berusia 66 tahun tersebut kini semakin tertekan. Selain skandal pelecehan, putra kedua Ratu Elizabeth II itu juga menghadapi dakwaan baru atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.

Ia dituduh membocorkan dokumen perdagangan rahasia Inggris kepada Epstein saat masih menjabat sebagai utusan perdagangan resmi. Jika terbukti bersalah, Andrew terancam hukuman penjara seumur hidup.