Kronologi Kejadian

Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut insiden tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia sekitar pukul 23.00 WIB.

“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Akibat kejadian tersebut, Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, ia diketahui mengalami luka bakar sekitar 24 persen.

“Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” kata Dimas.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, kejadian bermula saat Andrie mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.

Saat itu, dua orang pelaku mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan menggunakan sepeda motor, yang diduga merupakan motor matic Honda BeAT produksi tahun 2016 hingga 2021.

“Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” tuturnya.

Dimas menjelaskan, terduga pelaku pertama mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Sementara pelaku kedua yang berada di posisi penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buf berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” jelasnya.