JAMBI — Polemik pengelolaan program MBG mulai mencuat di sejumlah daerah. Sejumlah mitra dapur yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut mengeluhkan sistem pengelolaan dana yang dinilai tidak transparan. Dalam sejumlah percakapan internal yang diperoleh redaksi, muncul berbagai keluhan terkait pembagian dana operasional, mekanisme pengelolaan program, hingga keputusan operasional dapur.
Dalam polemik tersebut, nama tiga yayasan disebut dalam diskusi internal para mitra, yakni Yayasan Nuansa Mitra Sejati, Yayasan Nusantara Pangan Sejahtera, dan Yayasan Mitra Pangan Global. Ketiga yayasan tersebut disebut dalam percakapan sebagai bagian dari struktur pengelolaan program MBG di sejumlah wilayah.
Para mitra dapur berharap polemik ini dapat segera mendapat perhatian pemerintah agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat.
Keluhan Mitra Dapur Soal Transparansi Dana
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, polemik ini bermula dari keluhan sejumlah mitra dapur yang mempertanyakan mekanisme pembagian dana operasional dalam program tersebut.
Dalam percakapan internal yang diterima redaksi, beberapa mitra mempertanyakan secara langsung mengenai perhitungan dana yang masuk serta pembagian dana antara pihak yayasan dan mitra pelaksana di lapangan.
Mitra dapur mengaku tidak memperoleh penjelasan rinci mengenai komponen pembagian dana tersebut.
Beberapa pertanyaan yang muncul dalam percakapan tersebut antara lain:


