Jumlah remaja tidak bersekolah di atas tentu menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah terkhusus Gubernur Jambi yang harusnya menjadi pengarah dalam merumuskan kebijakan guna mengentaskan kebutaan dalam pendidikan Jambi. Di satu sisi, PEMDA tidak dapat menjadikan faktor ekonomi, faktor keluarga, dan faktor lingkungan anak sebagai alasan untuk menutup mata pada kondisi memalukan ini.
Melainkan, Gubernur Jambi mesti menghadirkan solusi dan kebijakan alternatif guna mengurangi angka tidak bersekolah serta slogan JAMBI MANTAP tidak hanya dijadikan sebagai narasi dan jargon belaka, melainkan sebagai sumber inspirasi dalam memunculkan inovasi untuk Provinsi Jambi khususnya di bidang pendidikan.


