Jakarta — Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami oleh perempuan. Meski demikian, tidak sedikit yang merasa khawatir ketika mengalami keputihan, terutama jika jumlahnya lebih banyak atau terjadi lebih sering dari biasanya.

Lalu, kapan keputihan masih tergolong normal dan kapan kondisi ini perlu diwaspadai?

Dilansir dari Direktorat Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan, keputihan pada dasarnya merupakan proses fisiologis yang normal. Cairan tersebut berfungsi menjaga kelembapan vagina sekaligus membantu melindunginya dari kuman penyebab infeksi.

Keputihan normal biasanya muncul pada waktu tertentu, seperti menjelang atau setelah menstruasi serta saat masa subur. Cairannya umumnya berwarna jernih atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan memiliki tekstur yang dapat berubah-ubah, mulai dari cair hingga agak lengket.

Jumlah cairan yang keluar juga dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon. Beberapa kondisi seperti ovulasi, kehamilan, menyusui, penggunaan pil kontrasepsi, hingga stres dapat menyebabkan produksi keputihan meningkat.

Tanda Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Dikutip dari Cleveland Clinic, meskipun keputihan merupakan kondisi yang normal, perubahan tertentu pada cairan tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Beberapa ciri keputihan yang perlu diwaspadai antara lain: