Keluhan Pencernaan Ikut Meningkat

Selain masalah kesehatan metabolik, gangguan pencernaan juga menjadi keluhan yang cukup sering muncul setelah Lebaran.

Keluhan sembelit tercatat meningkat hingga hampir 40 persen, dengan puncak terjadi pada pekan pertama Idulfitri. Sementara itu, keluhan diare meningkat sekitar 13 persen.

“Yang menarik, peningkatan konsultasi itu biasanya paling tinggi di subuh. Jadi meningkat sampai enam kali lipat orang konsultasinya di subuh,” kata Fibriyani.

Ia menjelaskan, waktu konsultasi tersebut kemungkinan terjadi karena masyarakat baru merasakan keluhan pencernaan setelah bangun tidur.

“Mungkin karena bangun terus kenapa begah banget atau kenapa sulit sekali untuk ke belakang,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam, Waluyo Dwi Cahyono, mengatakan gangguan pencernaan setelah Lebaran dapat diantisipasi dengan menjaga komposisi makanan yang dikonsumsi.

Menurutnya, konsumsi makanan berlemak dan tinggi karbohidrat secara berlebihan dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan.

“Untuk menghindari sembelit tentu harus diimbangi dengan sayuran dan buah-buahan supaya kita tidak menjadi sembelit,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengatur jumlah makanan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.

“Yang penting kita mengatur jumlahnya dan ditambah buah dan sayuran,” ujarnya.

Dengan menjaga keseimbangan nutrisi serta mengontrol porsi makanan, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan Lebaran tanpa harus menghadapi lonjakan masalah kesehatan setelahnya.