Jakarta — Perayaan Idulfitri kerap diikuti dengan meningkatnya keluhan kesehatan di masyarakat. Konsumsi makanan berlemak, manis, serta tinggi karbohidrat selama Lebaran sering kali berdampak pada naiknya kadar kolesterol maupun gula darah.

Hal tersebut tercermin dalam laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 yang dirilis oleh Halodoc. Laporan itu disusun berdasarkan analisis data kesehatan pengguna Halodoc selama periode Ramadan hingga Lebaran 2025.

Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengatakan masyarakat cenderung mulai memeriksa kondisi kesehatannya setelah menikmati berbagai hidangan khas Lebaran.

“Orang-orang yang berkonsultasi untuk melakukan tes kolesterol, tes gula darah itu meningkatnya hampir dua kali lipat di minggu pertama Lebaran,” ujar Fibriyani dalam acara Halodoc Talks di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, lonjakan tersebut menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi dampak dari pola konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri.

Selain pemeriksaan kesehatan, pencarian produk diet juga mengalami peningkatan. Halodoc mencatat kenaikan sekitar 62 persen pada minggu pertama dan kedua setelah Lebaran.

Fibriyani menjelaskan bahwa masyarakat mulai mencari berbagai cara untuk menurunkan berat badan setelah periode konsumsi makanan saat hari raya.

“Banyaknya memang melihatnya produk-produknya yang mulai dari yang herbal, atau juga yang medical yang diminum, sampai kalau sekarang itu ada yang namanya suntik atau injeksi program diet yang melibatkan, misalnya, semaglutide,” katanya.