Jakarta — Otak manusia terdiri dari dua bagian utama, yaitu otak kanan dan otak kiri, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam mengatur berbagai aktivitas tubuh dan cara berpikir.

Selama ini, berkembang anggapan bahwa salah satu sisi otak bisa bekerja lebih dominan dibandingkan sisi lainnya. Lalu, apa artinya jika otak kiri lebih dominan?

Belahan otak kiri berperan penting dalam menerima serta mengolah informasi yang berkaitan dengan bahasa, seperti pemrosesan kata, penyusunan kalimat, hingga menentukan apa yang ingin disampaikan saat berkomunikasi.

Selain itu, dominasi otak kiri juga kerap dikaitkan dengan kemampuan logika, angka, sains, dan penalaran yang sistematis.

Apa Arti Otak Kiri Lebih Dominan?

Mengutip Healthline, otak manusia merupakan organ yang sangat kompleks, terdiri dari sekitar 85 hingga 100 miliar neuron dengan triliunan koneksi yang saling terhubung.

Meski begitu, berat otak hanya sekitar 2 persen dari total berat tubuh manusia.

Secara struktur, otak terbagi menjadi dua belahan, yakni kanan dan kiri, yang memiliki fungsi spesifik namun tetap saling terhubung dan bekerja bersama sebagai satu kesatuan.

Jika otak kiri seseorang lebih dominan, hal ini menunjukkan kecenderungan pada kemampuan literasi, matematis, serta pola pikir runtut yang mengandalkan logika.

Individu dengan dominasi otak kiri biasanya lebih menyukai data, fakta, dan pendekatan rasional. Hal ini berbeda dengan dominasi otak kanan yang lebih identik dengan kreativitas, imajinasi, dan kepekaan emosional.

Dengan demikian, orang yang cenderung menggunakan otak kiri lebih dominan biasanya berpikir secara analitis dan sistematis.