Jakarta – UEFA menjatuhkan sanksi skorsing sementara kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terkait dugaan perilaku diskriminatif dalam ajang Liga Champions UEFA.
Akibat keputusan tersebut, pemain asal Argentina itu dipastikan absen pada leg kedua play-off 16 besar antara Real Madrid dan Benfica yang dijadwalkan Rabu (25/2) atau Kamis (26/2) dini hari WIB.
Pada pertemuan pertama di Portugal, Real Madrid menang 1-0 lewat gol Vinicius Junior.
Kronologi dan Investigasi UEFA
Laga tersebut diwarnai insiden perang mulut antara Prestianni dan Vinicius. Vinicius menyebut Prestianni memanggilnya dengan sebutan “monyet”, sehingga pertandingan sempat tertunda.
Menyusul kejadian itu, UEFA bersama FIFA melakukan investigasi. Meski proses penyelidikan belum rampung, UEFA lebih dulu menjatuhkan sanksi penangguhan sementara pada Senin (23/2) siang waktu Eropa.
Dalam pernyataan resmi berjudul Provisional suspension of Benfica player Gianluca Prestianni, Komite Etik dan Disiplin UEFA menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah adanya laporan sementara dari Inspektur Etika dan Disiplin UEFA (EDI).
Prestianni dijatuhi larangan tampil di pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya atas dugaan pelanggaran Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA (DR) terkait perilaku diskriminatif. UEFA menegaskan keputusan ini bersifat sementara dan tidak mengurangi kemungkinan sanksi lanjutan setelah investigasi selesai.
Isi Pasal 14 dan Potensi Sanksi
Mengutip Marca, Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA mengatur larangan terhadap tindakan yang menghina martabat manusia, baik oleh pemain, pelatih, maupun ofisial.
Jika terbukti melanggar, sanksi minimal yang dapat dijatuhkan adalah larangan bermain dalam 10 pertandingan, dengan kemungkinan tambahan denda.
Benfica Ajukan Banding
Keputusan UEFA tersebut memicu kekecewaan dari pihak Benfica. Klub menyatakan Prestianni membantah tudingan tersebut dan telah menyerahkan bukti-bukti terkait tindakannya.
Dalam pernyataan resminya, Benfica menyatakan keberatan atas sanksi larangan bermain satu laga sementara yang dijatuhkan kepada sang pemain.
“Klub menyesal kehilangan pemain tersebut selama penyelidikan masih berlangsung dan akan mengajukan banding atas keputusan UEFA ini,” tulis Benfica di laman resmi klub.



