5. Kurang Minum Air

Dikutip dari Science Alert, dehidrasi membuat urine menjadi lebih pekat dan dapat mengiritasi lapisan kandung kemih, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Konsumsi air enam hingga delapan gelas atau sekitar 1,5–2 liter per hari dianjurkan. Jika memiliki aktivitas fisik tinggi, jumlah tersebut bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan.

6. Terlalu Banyak Kafein dan Alkohol

Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan dapat mengiritasi kandung kemih dan bertindak sebagai diuretik ringan yang meningkatkan produksi urine.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari 450 mg atau sekitar empat cangkir kafein per hari dapat memicu inkontinensia. Studi lain juga menemukan bahwa pria yang mengonsumsi enam hingga sepuluh minuman beralkohol per minggu lebih mungkin mengalami gejala saluran kemih bagian bawah.

7. Pakaian Dalam Terlalu Ketat

Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat dapat memerangkap bakteri di area genital. Tekanan pada jaringan sensitif juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina dan ISK.

Jarak antara uretra, vagina, dan anus hanya beberapa sentimeter. Kondisi hangat dan lembap akibat pakaian dalam ketat dapat memudahkan bakteri berkembang.

ISK memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan nyeri. Meski tidak semua faktor risiko dapat dikendalikan, sejumlah kebiasaan sederhana bisa membantu menurunkan risiko.

Mengosongkan kandung kemih secara tuntas, minum air putih yang cukup, menjaga kebersihan area genital dengan cara yang benar, serta memilih pakaian dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan sehari-hari.

Jika muncul gejala seperti rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri di perut bagian bawah, atau dorongan berkemih yang terus-menerus, konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting. Penanganan dini dapat mencegah infeksi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.