Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan dari 7,38 persen pada 2024 menjadi 7,08 persen pada 2025. Pemerintah menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan sektor pendidikan, pelatihan tenaga kerja, serta dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif.
Dari sisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB), pendapatan daerah pada 2024 tercatat sebesar Rp43.375,48 miliar atau meningkat Rp3.224,70 miliar dibandingkan 2023 yang sebesar Rp40.150,78 miliar. Kenaikan ini menunjukkan ekspansi aktivitas ekonomi lokal, terutama pada sektor perdagangan dan jasa.
Di tengah tantangan pengurangan alokasi transfer pusat ke daerah, Pemerintah Kota Jambi mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 109 persen dari target. Optimalisasi potensi lokal dan efektivitas belanja disebut menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, di antaranya penciptaan lapangan kerja yang belum sepenuhnya memenuhi target, serta tekanan eksternal seperti fluktuasi harga energi dan ketidakpastian global.
Pemerintah kota menegaskan akan menjaga keseimbangan antara kebijakan pro-rakyat dan keberlanjutan fiskal jangka panjang.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, fokus kebijakan diarahkan pada percepatan investasi produktif, penguatan industri hilir, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pengembangan inovasi digital dan ekonomi hijau.



