Klaim Militer Israel dan Bantahan Hamas
Militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), dalam pernyataannya mengklaim telah “menyerang pusat komando Hamas”. IDF menilai aktivitas di lokasi tersebut sebagai “pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon” serta ancaman bagi keamanan Israel.
Hamas dalam pernyataan terpisah mengecam serangan tersebut yang, menurut mereka, menimbulkan korban jiwa dari kalangan “sipil”. Mereka menolak tuduhan Israel dan menyebutnya sebagai dalih yang lemah.
Hamas menyatakan bangunan yang menjadi sasaran merupakan milik pasukan keamanan gabungan yang bertugas menjaga keamanan dan stabilitas di kamp pengungsi terbesar di Lebanon itu.
Kamp pengungsi Palestina yang telah berdiri sejak 1948 tersebut sebelumnya juga menjadi target serangan Israel pada November tahun lalu dengan dalih menargetkan Hamas. Saat itu, kantor urusan HAM PBB menyatakan 13 orang tewas, termasuk 11 anak-anak.
Respons Hizbullah
Terkait serangan pada Jumat lalu, AFP melaporkan anggota parlemen Lebanon dari Hizbullah, Rami Abu Hamdan, meminta pemerintah di Beirut untuk menangguhkan pertemuan komite multinasional yang bertugas memantau pelaksanaan gencatan senjata.
Amerika Serikat merupakan salah satu dari lima anggota komite yang mengawasi gencatan senjata yang diberlakukan pada November 2024. Badan tersebut dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pekan depan.
Hizbullah juga menyatakan bahwa salah satu komandannya tewas dalam serangan Israel pada Jumat lalu.



