Jakarta – Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan mematikan Israel yang terjadi sehari sebelumnya, di tengah situasi gencatan senjata dengan kelompok militan Hizbullah, Jumat (20/2).
Mengutip AFP, dalam pernyataan pada Sabtu (21/2), Joseph Aoun menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan agresi terang-terangan yang bertujuan untuk menggagalkan upaya diplomatik” oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara lain untuk membangun stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Korban Jiwa dan Lokasi Serangan
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 10 orang tewas akibat serangan di wilayah timur negara itu, sementara dua warga sipil lainnya meninggal dunia di bagian selatan. Kedua wilayah tersebut diketahui sebagai basis Hizbullah.
Israel berulang kali melancarkan serangan ke Lebanon meski telah ada gencatan senjata. Pihak Israel umumnya menyatakan bahwa target mereka adalah Hizbullah, namun terkadang juga menyasar sekutu Palestina kelompok tersebut, yakni Hamas.
Serangan di wilayah selatan, menurut otoritas Lebanon, menghantam lingkungan kamp pengungsi Palestina Ain al-Helweh yang terletak di pinggiran kota Sidon.
Ain al-Helweh merupakan kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon. Kementerian Kesehatan setempat menyebut dua orang tewas dalam serangan di lokasi tersebut.
Seorang koresponden AFP melaporkan terlihat asap mengepul dari salah satu bangunan di kamp yang padat penduduk itu, sementara ambulans berdatangan ke lokasi kejadian.



