Akses Pembiayaan dan Layanan Keuangan
Program ini juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMK. Mercy Corps mencatat lebih dari 26 ribu pelaku usaha memperoleh akses kredit melalui 17 lembaga jasa keuangan. Sebanyak 97 persen penerima merupakan perempuan dan sebagian besar baru pertama kali mendapatkan pembiayaan formal.
Menurut Glory, akses pembiayaan tersebut mendorong pelaku UMK memanfaatkan layanan keuangan lain, seperti dompet digital, QRIS merchant untuk pembayaran, hingga asuransi mikro. Layanan ini dinilai membantu memperkuat ketahanan usaha sekaligus mempercepat peningkatan pendapatan.
Dari sisi kapasitas manajerial, pendampingan mentor turut berdampak positif. Lebih dari 80 persen peserta dinilai memiliki kemampuan pengelolaan bisnis yang lebih baik, termasuk dalam perencanaan produksi dan pengelolaan keuangan. Bahkan sekitar 85 persen peserta mengaku baru memperoleh informasi mengenai cara mengoperasikan usaha secara lebih efektif melalui program tersebut.
“Pendampingan dari fasilitator membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan dan perencanaan produksi, sehingga kapasitas usaha mereka menjadi lebih baik,” ujarnya.
Secara keseluruhan, program ini mencatat 80.734 pelaku UMK mulai menerapkan pemasaran digital, 146.280 pelaku usaha mengakses modul pelatihan dan pendampingan, serta 109.330 pelaku usaha menggunakan panduan keamanan siber untuk melindungi aktivitas bisnisnya.
Selain itu, sebanyak 126.498 pelaku UMK telah memanfaatkan layanan keuangan seperti tabungan, QRIS merchant, dompet digital, dan asuransi.



