3. Menghargai Privasi

Menghargai privasi menjadi salah satu ciri yang menonjol. Bagi individu dengan karakter ini, tidak semua hal perlu diketahui publik.

Mereka cenderung menetapkan batasan yang jelas antara ranah pribadi dan ranah publik. Ada kesadaran penuh mengenai informasi apa yang layak dibagikan dan apa yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri.

4. Lebih Menikmati Hubungan Nyata

Istilah “yang dekat menjauh, yang jauh mendekat” sering dikaitkan dengan fenomena media sosial. Orang yang jarang update biasanya lebih memilih menjaga hubungan secara langsung dibandingkan interaksi virtual.

Mereka cenderung menikmati momen kebersamaan secara tatap muka. Pertemuan langsung dianggap lebih bermakna karena menghadirkan pengalaman dan detail yang tidak tergantikan oleh komunikasi digital.

5. Tidak Mudah Terpengaruh Tren

Perkembangan tren di media sosial berlangsung sangat cepat. Namun, individu yang jarang aktif umumnya tidak merasa perlu mengikuti setiap tren yang muncul.

Sikap ini dapat membantu menjaga ketenangan pikiran dan mengurangi rasa Fear of Missing Out (FOMO). Dengan tidak terpaku pada tren sesaat, mereka sering kali lebih fokus pada hal-hal yang berdampak jangka panjang, seperti produktivitas, kualitas hubungan sosial, dan kesehatan mental.