Jakarta – Tidak semua orang gemar membagikan aktivitas pribadinya di media sosial. Sebagian memilih membatasi unggahan dengan berbagai alasan. Menariknya, kebiasaan jarang update media sosial kerap dikaitkan dengan karakter atau kepribadian tertentu.

Di era digital, media sosial telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Berbagi cerita, foto, hingga opini terasa semakin mudah dilakukan. Namun, di tengah arus tersebut, ada juga individu yang lebih selektif atau bahkan jarang mengunggah apa pun.

Lantas, seperti apa kepribadian orang yang jarang aktif di media sosial? Berikut beberapa gambaran yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Tidak Bergantung pada Pengakuan

Sebagian orang merasa senang ketika mendapatkan validasi melalui tanda suka, komentar, atau jumlah pengikut. Sebaliknya, mereka yang jarang update umumnya tidak menggantungkan rasa percaya diri pada penilaian orang lain.

Mereka juga cenderung tidak merasa perlu menampilkan citra tertentu demi terlihat bahagia di dunia maya. Sikap ini sering kali menghadirkan rasa bebas dan tidak tertekan.

2. Percaya Diri dan Mandiri

Orang yang jarang mengunggah sesuatu di media sosial umumnya memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik. Dalam teori self-determination, otonomi disebut sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia.

Ketika seseorang sudah merasa yakin dengan dirinya, ia tidak mudah terpengaruh tekanan sosial, termasuk tekanan untuk selalu tampil dan eksis secara daring. Mereka biasanya tetap nyaman tanpa sorotan publik.