
Misa/Ekaristi yang berlangsung di aula paroki ini dipimpin langsung oleh Romo Felix Astana Atmaja SCJ. Dalam homilinya, Romo Astono menekankan bahwa sakit dan penderitaan bukanlah tanda bahwa Tuhan melupakan manusia, melainkan konsekuensi dari dosa manusia.
Temukan Kasih Tuhan Dalam Keterbatasan
Seraya mencontohkan kesetiaan Yesus saat dicobai di padang gurun, Ia mengajak umat untuk melihat kelemahan fisik bukan sebagai jalan keputusasaan, melainkan sebagai ruang untuk mengalami kasih Allah.
“Gereja mengajak kita melihat sakit dan kelemahan bukan sebagai jalan menuju keputusasaan, tetapi sebagai ruang untuk mengalami kasih Allah,” tegasnya.
Romo Astana menambahkan,pengalaman lemah, sakit, dan lapar adalah bagian dari perjalanan hidup manusia. Melalui iman, kondisi sulit tersebut justru bisa menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri pada Tuhan.
Tak hanya berhenti pada pendampingan spiritual, acara yang diinisiasi oleh Seksi Lansia dan Orang Sakit Dewan Pastoral Paroki (DPP) ini dilanjutkan dengan aksi sosial. Para peserta mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pengecekan kepadatan tulang yang disambut dengan antusias. Hal ini merupakan bentuk kepedulian nyata Gereja bagi umat yang membutuhkan.



