Sejarah Singkat HOSS
Pada 13 Mei 1992, Paus Yohanes Paulus II menetapkan 11 Februari sebagai Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. Penetapan ini hanya berjarak setahun setelah dia didiagnosa menderita penyakit Parkinson pada awal 1991.
Menurut Bapa Suci Yohanes Paulus II, HOSS dibaktikan sebagai “hari khusus untuk doa dan berbagi, untuk mempersembahkan penderitaan kita”ungkapnya.
Tujuan itu kemudian diurai menjadi beberapa bagian:
- mengingatkan umat beriman untuk berdoa secara khusyuk dan tulus bagi mereka yang sakit;
- mengundang semua orang Kristiani untuk merefleksikan dan menanggapi penderitaan manusia;
- mengakui dan menghormati semua orang yang bekerja dan melayani dalam bidang kesehatan dan berbagai pemerhati kesehatan.
Hal ini menjadi acuan bagi Gereja Katolik untuk untuk memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS).
Bahkan, di Gereja Katolik Santo Gregorius Agung Jambi selain menggelar Misa/Ekaristi mingguan pada umumnya, Gereja membuka ruang dan kesempatan bagi para umat untuk dilakukan pengecekan kesehatan gratis, khusus nya para lansia pada Minggu pagi sampai dengan siang hari, 23 Februari 2026.
Agenda rutin tahunan ini menjadi wujud nyata kepedulian Gereja dalam mendampingi umat, baik secara jasmani maupun rohani.



