5. Terlalu Mengontrol dan Tidak Memberi Kepercayaan
Mengatur setiap detail aktivitas anak, mengoreksi setiap langkah, dan menuntut kesempurnaan dapat meruntuhkan rasa percaya diri.
Kontrol yang berlebihan mengirim pesan bahwa orang tua tidak yakin pada kemampuan anak. Dampaknya, anak menjadi takut salah dan enggan mencoba hal baru.
Sebaliknya, kepercayaan yang disertai batasan jelas membantu anak belajar bertanggung jawab dan berani mengambil keputusan.
Kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kemandirian, ketangguhan, dan rasa percaya diri yang dibangun sejak dini. Karena itu, orang tua perlu berani mengevaluasi pola asuh sehari-hari.
Dengan menghentikan kebiasaan yang berpotensi menghambat dan mulai memberi ruang bagi anak untuk tumbuh, orang tua telah mengambil langkah penting menuju masa depan yang lebih berdaya.



