Derbi Indonesia kembali tersaji. Persib Bandung akan menjamu rival abadinya, Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (11/1) sore. Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga gengsi, emosi, dan posisi puncak klasemen.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyadari betul bahwa duel ini sarat tekanan. Atmosfer panas yang selalu menyelimuti pertemuan kedua tim kerap berimbas langsung pada kondisi psikologis pemain di lapangan.

Menurut Hodak, tantangan terbesar bukan hanya kualitas lawan, melainkan bagaimana menjaga emosi anak asuhnya agar tetap berada dalam kendali. Ia menegaskan bahwa provokasi dan gesekan hampir pasti terjadi dalam laga sekelas ini.

“Ini salah satu derbi terbesar di Asia Tenggara. Saya tidak perlu lagi memotivasi pemain. Justru yang paling penting adalah membuat mereka tetap tenang dan tidak bermain terlalu emosional,” ujar Hodak dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari laman resmi Persib.

Pelatih asal Kroasia itu menilai Persib saat ini tampil cukup solid, terutama di lini pertahanan. Namun, ia juga mengakui Persija memiliki keunggulan produktivitas gol sepanjang paruh musim.

Laga ini kian krusial karena pemenangnya berpeluang besar menguasai puncak klasemen sementara Liga 1. Situasi tersebut membuat tensi pertandingan dipastikan meningkat sejak menit awal.

Hodak pun berharap faktor kandang bisa menjadi pembeda. Dukungan penuh Bobotoh di GBLA diyakininya mampu memberi tekanan ekstra bagi tim tamu.

“Kami bermain di kandang, stadion akan penuh. Bobotoh akan berada di belakang kami. Saya berharap itu bisa membantu tim meraih hasil positif,” pungkasnya.

Derbi ini akan kembali menguji bukan hanya taktik dan fisik, tetapi juga kedewasaan emosional para pemain di tengah atmosfer panas yang tak terelakkan.