Jakarta — Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengungkapkan sejumlah catatan penting terkait performa timnya meski berhasil meraih kemenangan atas PSM Makassar dalam lanjutan Super League.

Bali United sukses menaklukkan tuan rumah PSM Makassar dengan skor 2-0 pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat (9/1).

Usai laga, pelatih asal Belanda tersebut mengakui bahwa pertandingan berjalan sesuai dengan prediksi awalnya. Ia menilai laga di markas Juku Eja berlangsung sulit, meski anak asuhnya sempat tampil menjanjikan pada awal babak pertama.

“Pertandingan ini sudah kami prediksi akan berjalan sangat berat, dan itu benar-benar terjadi di lapangan. Pada 10 sampai 15 menit pertama, kami sebenarnya bisa bermain lebih bagus. Seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol di babak pertama,” ujar Jansen, Jumat (9/1).

Namun, Jansen menyayangkan terjadinya penurunan konsentrasi setelah periode awal pertandingan. Kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan timnya membuat PSM Makassar sempat mengambil alih penguasaan permainan.

“Setelah itu kita banyak bikin kesalahan, sehingga banyak bola dimainkan oleh PSM,” kata Jansen.

Memasuki babak kedua, Bali United mendapat keuntungan setelah salah satu pemain PSM Makassar menerima kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, kondisi tersebut belum mampu dimaksimalkan oleh Serdadu Tridatu untuk menambah gol.

“PSM dapat kartu merah dan kita bermain melawan 10 pemain, tapi jujur kita tidak mampu mencetak gol tambahan di situasi itu,” ujar Jansen.

Kendati demikian, Jansen tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia menilai kemenangan dua gol tanpa balas di kandang lawan menjadi hasil positif yang penting bagi stabilitas tim.

“Secara keseluruhan, kita sangat senang dan bangga dengan hasil ini. Kita dapat tiga poin, mencetak dua gol, dan yang paling penting adalah clean sheet kita tidak kebobolan,” ucap Jansen.