JakartaOpenAI mulai melakukan uji coba penayangan iklan di layanan ChatGPT sebagai langkah untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Kebijakan ini diambil seiring dengan tingginya biaya pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam tahap awal, iklan akan ditampilkan kepada sebagian pengguna di Amerika Serikat yang menggunakan layanan gratis serta paket berbiaya rendah ChatGPT Go. Uji coba tersebut dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

OpenAI menegaskan bahwa iklan akan ditampilkan secara terpisah dari jawaban yang dihasilkan ChatGPT. Pengguna dengan paket Plus, Pro, Business, dan Enterprise dipastikan tidak akan melihat iklan di layanan tersebut.

Perusahaan juga memastikan bahwa keberadaan iklan tidak akan memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT. Selain itu, OpenAI menegaskan percakapan pengguna tidak akan dibagikan kepada pengiklan.

Langkah ini menjadi perubahan signifikan bagi OpenAI yang sebelumnya mengandalkan pemasukan utama dari layanan berlangganan.

Melansir Reuters pada Sabtu (17/1), kebijakan ini mencerminkan tekanan yang dihadapi OpenAI untuk meningkatkan pendapatan di tengah besarnya belanja pusat data serta persiapan menuju penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

OpenAI, yang hingga kini masih mencatatkan kerugian, berencana mengalokasikan lebih dari US$1 triliun untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan hingga 2030. Namun, perusahaan belum merinci sumber pendanaan dari rencana tersebut.

Analis menilai iklan berpotensi membuka sumber pendapatan baru dari sekitar 800 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT. Meski demikian, kebijakan ini juga dinilai berisiko memicu ketidaknyamanan sebagian pengguna dan dapat memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap layanan.

Analis Emarketer, Jeremy Goldman, menyebut pengguna berpotensi beralih ke chatbot pesaing seperti Google Gemini atau Claude milik Anthropic apabila iklan dianggap mengganggu. Namun, ia juga menilai langkah OpenAI dapat mendorong para pesaing untuk memperjelas strategi monetisasi mereka.

OpenAI menegaskan iklan tidak akan ditampilkan kepada pengguna berusia di bawah 18 tahun. Perusahaan juga berencana memblokir iklan yang berkaitan dengan topik sensitif, termasuk kesehatan dan politik.

“Kami berencana untuk menguji iklan di bagian bawah jawaban di ChatGPT ketika ada produk atau layanan yang disponsori yang relevan berdasarkan percakapan Anda saat ini,” kata OpenAI dalam keterangannya, Sabtu (17/1).

Sementara itu, paket ChatGPT Go yang pertama kali diluncurkan di India akan tersedia di Amerika Serikat dengan tarif US$8 per bulan.