Operasi Pencarian Hari ke-13
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan bahwa fokus pencarian pada hari ke-13 adalah menyisir wilayah selatan Pulau Komodo, lokasi ditemukannya bangkai kapal nahas tersebut.
Operasi pencarian melibatkan penggunaan drone thermal untuk pemantauan udara serta penyelaman di sekitar puing kapal.
“Kami mengerahkan 168 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Gahawisri, BPBD Manggarai Barat, komunitas penyelam Labuan Bajo, dan sejumlah pihak lain, serta 18 alat utama untuk pencarian,” ungkap Fathur saat pengarahan operasi.
Briefing operasi pencarian dilakukan pada Rabu (7/1/2026) pukul 06.00 WITA, sebelum pencarian dimulai pada pukul 07.00 WITA.
Dalam pemaparan sehari sebelumnya, Fathur menyebutkan bahwa Rabu ini merupakan hari terakhir operasi SAR gabungan sesuai rencana awal. Tim kembali melakukan penyelaman di sekitar puing kapal, meskipun upaya serupa sebelumnya belum membuahkan hasil.
“Sesuai rencana, operasi pencarian akan dilaksanakan di Pulau Serai, Pulau Padar, Pulau Komodo, serta di sekitar bangkai kapal,” jelasnya.
Data Korban dan Perpanjangan Operasi SAR
Fathur mengungkapkan, temuan satu jenazah bermula dari laporan nelayan yang menemukan puing kapal di perairan Pedde, Pulau Komodo. Dari hasil penyisiran, jenazah korban ditemukan sekitar 7,48 mil laut atau sekitar 13,85 kilometer dari titik duga tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Sebelumnya, kapal wisata tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari empat anak buah kapal, satu pemandu wisata WNI, serta enam WNA asal Spanyol yang merupakan satu keluarga Carreras. Pasca-kejadian, tujuh orang berhasil selamat, sementara empat lainnya dinyatakan hilang.
Dalam proses pencarian, satu korban meninggal dunia ditemukan pada Senin (29/12/2025), disusul penemuan korban meninggal lainnya pada Minggu (4/1). Dengan temuan terbaru, kini tersisa satu korban WNA Spanyol yang masih belum ditemukan.
Untuk memaksimalkan pencarian, Polri turut mengerahkan sonar system dan drone bawah air.
Sementara itu, Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia meminta agar operasi pencarian diperpanjang. Permintaan tersebut telah disetujui.
“Iya, berdasarkan informasi dari Kapolres Manggarai Barat, sesuai laporan Kepala SAR Maumere, proses pencarian diperpanjang dua hari lagi,” kata Henry.
Ia menjelaskan, perpanjangan operasi dilakukan atas permintaan Kedutaan Besar Spanyol apabila hingga Rabu (7/1) korban terakhir belum ditemukan.

