Setelah kliennya membayar DP, selanjutnya diarahkan untuk berkomunikasi dengan admin klinik DBC untuk melakukan pengisian formulir dan penentuan tanggal pelaksanaan operasi, yang dilakukan pada 9 Maret 2024.

“Pada intinya hidung klien kami pun dioperasi oleh salah seorang dokter klinik utama DBC. Namun, pihak manajemen DCB tidak pernah diberitahu oleh siapa nama dokter yang akan melakukan operasi. Belakangan diketahui berdasarkan informasi dari beberapa orang dan admin klinik bahwa nama dokter yang melakukan tindakan operasi terhadap pengadu atas nama dokter Bayu,” terang Jhon.

Masalah muncul, pascatindakan operasi kliennya belum merasakan ada kejanggalan terhadap hidungnya. Setelah sepuluh hari pascaoperasi tersebut, kliennya mulai menemukan dan merasakan kemiringan pada bentuk hidungnya.

“Karena khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, kliennya kemudian menghubungi salah seorang suster dari klinik DBC untuk memastikan penyebab kondisi tersebut. Lalu suster klinik DBC menyatakan biasa apabila memang masih bengkak seperti itu pascaoperasi,” imbuhnya.

Ternyata setelah satu bulan berlalu pascaoperasi, lanjut Jhon, kondisi hidung kliennya tetap saja miring dan di ujungnya terlihat berwarna merah. Selain itu masih dalam keadaan bengkak dan juga mulai mengeluarkan nanah. Bahkan kondisi tersebut terjadi sampai tiga bulan kemudian.