Jakarta — Militer Iran menegaskan akan membela kepentingan nasional negara tersebut di tengah meningkatnya aksi unjuk rasa anti-pemerintah, penangkapan demonstran, serta pemadaman internet secara massal yang terjadi sejak akhir pekan lalu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (10/1), militer Iran menuding Israel dan “kelompok teroris yang bermusuhan” berupaya merusak keamanan publik di Iran.

“Angkatan Darat, di bawah komando Panglima Tertinggi, bersama dengan angkatan bersenjata lainnya, selain memantau pergerakan musuh di wilayah tersebut, akan dengan tegas melindungi dan menjaga kepentingan nasional, infrastruktur strategis, negara, dan harta benda publik,” demikian pernyataan tersebut seperti dilansir Al Jazeera.

Peringatan itu muncul saat pemerintah dan otoritas keamanan Iran berupaya meredam demonstrasi terbesar di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Aksi unjuk rasa dipicu oleh kemarahan masyarakat terhadap lonjakan biaya hidup dan tingginya inflasi.

Pada akhir pekan lalu, kerumunan massa kembali turun ke jalan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan utara ibu kota Teheran, kota Rasht di wilayah utara, Tabriz di barat laut, serta Shiraz dan Kerman di bagian selatan Iran.

Sejak akhir Desember, demonstrasi dilaporkan berlangsung di berbagai wilayah Iran. Seruan yang disampaikan massa aksi pun semakin menguat, termasuk tuntutan untuk mengakhiri sistem ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahedi Azad, sebelumnya memperingatkan bahwa siapa pun yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut akan dianggap sebagai “musuh Tuhan”.