Jakarta — Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas) mengungkapkan adanya penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hampir mencapai Rp5 triliun pada tahun 2025.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa penghematan tersebut berasal dari pengelolaan distribusi BBM subsidi dan kompensasi negara yang berjalan dengan baik. Total penghematan yang dicatat mencapai Rp4,982 triliun.

“BPH Migas telah mengawal dengan baik, distribusi semuanya lancar, dan terdapat penghematan BPM subsidi dan kompensasi negara tahun 2025 sebesar Rp4,982 triliun,” ujar Wahyudi Anas dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan bahwa penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT), yakni minyak tanah dan solar, serta jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) Pertalite pada tahun lalu dalam kondisi tercukupi.

Wahyudi merinci, realisasi penyaluran minyak tanah subsidi mencapai 96,75 persen atau sebesar 507,9 ribu kiloliter (kl) dari total kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 525 ribu kl.

“Pencapaian saat ini adalah pada tahun 2025 semua tercukupi, terpenuhi, dan realisasinya untuk minyak tanah 96,75 persen dari total kuota APBN 525 ribu kiloliter,” terangnya.

Sementara itu, realisasi penyaluran solar subsidi tercatat sebesar 97,49 persen atau 18.411 ribu kl dari kuota APBN 2025 sebesar 18.885 ribu kl. Adapun realisasi penyaluran Pertalite mencapai 89,86 persen atau 28.063 ribu kl dari total kuota APBN 2025 sebesar 31.230 ribu kl.

Lebih lanjut, Wahyudi memaparkan penghematan solar subsidi mencapai Rp2,11 triliun dengan volume penghematan sebesar 473.634 kl. Untuk minyak tanah, penghematan tercatat sebesar Rp220 miliar dengan volume 17.056 kl.

Sementara itu, penghematan pada penyaluran Pertalite mencapai Rp2,75 triliun dengan volume sebesar 3.166.588 kl.

Selain itu, BPH Migas juga telah menetapkan kuota penyaluran JBT dan JBKP untuk tahun 2026. Kuota minyak tanah ditetapkan sebesar 526 ribu kl, solar sebesar 18.636 ribu kl, dan Pertalite sebesar 29.267 ribu kl.