Manfaat Kopi dan Batasannya

Sejumlah studi epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin dapat menurunkan risiko depresi hingga 25 persen. Namun, pada individu dengan depresi yang resistan terhadap pengobatan, konsumsi kafein justru berpotensi mengurangi efektivitas terapi.

Pada pengguna kafein jangka panjang, reseptor adenosin mengalami peningkatan regulasi, yang berarti lebih banyak reseptor aktif pada satu waktu. Kondisi ini dapat menjelaskan mengapa minum kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko depresi dalam beberapa penelitian.

Meski demikian, mengonsumsi kafein beberapa jam sebelum menjalani terapi ketamin atau ECT dapat menurunkan efektivitas pengobatan. Inilah alasan mengapa hubungan antara kopi dan depresi disebut sebagai paradoks kopi.