Mengapa Kafein Disebut sebagai Paradoks Kopi untuk Depresi?

Kafein merupakan zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan berperan sebagai antagonis reseptor adenosin. Pertanyaannya, apakah kafein dapat menghambat efektivitas pengobatan depresi tertentu, seperti ketamin?

Menurut Ma-Li Wong, MD, PhD, seorang psikiater dari Genomic Press, New York, ketamin dan terapi elektrokonvulsif (ECT) biasanya digunakan ketika obat antidepresan standar tidak lagi efektif.

“Kafein memblokir reseptor adenosin dan penelitian menunjukkan hal ini sebenarnya dapat mengganggu efek antidepresan ketamin dan ECT—setidaknya pada hewan percobaan, dan kemungkinan juga pada manusia,” kata Wong.

Penelitian menunjukkan bahwa efek antidepresan muncul akibat lonjakan adenosin, yaitu molekul pemberi sinyal dalam tubuh manusia yang memiliki berbagai fungsi penting. Adenosin berperan dalam melebarkan pembuluh darah, mengatur sistem saraf simpatik, menurunkan tekanan darah dan detak jantung, serta memengaruhi suasana hati.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, para peneliti menggunakan model tikus untuk mengidentifikasi pensinyalan adenosin sebagai jalur utama yang mendasari efek antidepresan ketamin dan ECT.