Bulog minta dukungan APBN

Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan harapan adanya dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan empat juta ton beras pada 2026.

Dalam jumpa pers Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1), Rizal mengatakan Bulog tengah menyiapkan anggaran dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait skema pendanaan.

“Anggaran sedang kita siapkan dan kami akan rapat secepatnya, khususnya untuk tugas penyerapan empat juta ton beras ditambah satu juta ton jagung,” kata Rizal, dikutip dari Antara.

Ia menilai pembiayaan melalui perbankan Himbara berpotensi menambah beban bunga, sehingga dukungan APBN atau skema pendanaan berbiaya rendah dinilai penting untuk menjaga efisiensi pengadaan pangan nasional.

“Kalau harus pinjam di bank Himbara, bunganya agak tinggi. Harapan kami dapat dukungan dana APBN,” ujarnya.

Selain APBN, Bulog juga mempertimbangkan dukungan dana dari Operator Investasi Pemerintah (OIP) dengan bunga rendah agar likuiditas tetap terjaga saat masa panen raya.

“Mudah-mudahan kita dapat APBN ataupun dana OIP yang bunganya hanya dua persen,” tutur Rizal.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target pengadaan CBP sebesar empat juta ton pada 2026 guna memperkuat stabilisasi pasokan dan harga pangan, termasuk pelaksanaan SPHP dan bantuan pangan nasional.