5. Loloh sembung

Loloh sembung merupakan jamu tradisional khas Bali yang dibuat dari daun sembung. Tanaman ini memiliki aroma khas seperti kamper dengan rasa pedas dan sedikit pahit.

Mengutip buku Jamu: Obat Tradisional Nusantara Penyembuh Dunia (2022) karya F.G. Winarno, daun sembung kerap digunakan untuk mengatasi haid tidak teratur yang disertai nyeri perut. Selain melancarkan menstruasi, loloh sembung juga membantu meredakan perut kembung dan gangguan pencernaan.

6. Peterseli

Menurut Healthline, daun peterseli mengandung myristicin dan apiole yang dapat memengaruhi produksi estrogen. Kandungan ini membantu mengatur siklus haid dan merangsang aliran menstruasi.

Cara konsumsinya cukup dengan merebus daun peterseli dan meminum air rebusannya. Meski relatif aman, penderita tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, atau yang mengonsumsi obat pengencer darah perlu berhati-hati.

7. Akar dong quai

Dong quai merupakan tanaman herbal asal Tiongkok yang kerap disebut sebagai “ginseng perempuan”. Tanaman ini dipercaya membantu mengatur haid dengan meningkatkan aliran darah ke area panggul dan memicu kontraksi otot rahim.

Dong quai sering digunakan untuk mengatasi nyeri haid dan haid tidak teratur. Namun, karena penelitian terkait efektivitasnya masih terbatas, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati, terutama bagi yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Konsumsi jamu pelancar haid dapat membantu memperbaiki siklus menstruasi dan meredakan kram perut. Meski demikian, pastikan tidak memiliki alergi terhadap bahan jamu yang dikonsumsi sebelum menggunakannya.