Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan lima provinsi berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 12–15 Januari. Kelima wilayah tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua.
Dalam laporan prospek cuaca periode 9–15 Januari yang dirilis pada Kamis (8/1), BMKG menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami hujan ringan hingga hujan lebat.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang di berbagai daerah. Selain itu, hujan lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang juga berpotensi terjadi.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Indonesia selama sepekan ke depan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global. Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya ketersediaan uap air di atmosfer.
BMKG juga mencatat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial aktif melintasi sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain MJO, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan berperan dalam memperkuat proses konvektif di sejumlah daerah. Kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Papua Selatan serta perairan selatan Papua Selatan, yang berkontribusi pada meningkatnya potensi hujan di kawasan tersebut.
Sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan barat Australia. Sementara itu, daerah konvergensi diprediksi memanjang di Semenanjung Malaysia, dari Kepulauan Riau hingga Jambi, di Laut Jawa, dari Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta hingga Jawa Timur, dari Selat Makassar hingga Laut Flores, dari Sulawesi Utara hingga Laut Maluku, serta di wilayah Papua dan Papua Barat Daya hingga Papua Barat.
Daerah pertemuan angin terpantau di perairan barat Sumatra, Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Laut Flores, dan Maluku. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah konvergensi dan sirkulasi siklonik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta aktif memantau prakiraan cuaca, peringatan dini, dan informasi resmi dari kanal BMKG.

