Jakarta — Tidur merupakan waktu istirahat penting yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu cara memperoleh kualitas tidur yang baik adalah dengan menjaga konsistensi jam tidur setiap malam.
Salah satu manfaat dari tidur pada waktu yang sama adalah membantu menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, strok, hingga gangguan ginjal.
Konsistensi jam tidur turut memperkuat ritme sirkadian, yang berperan dalam mengatur tekanan darah. Penjelasan ini disampaikan dalam ulasan yang dikutip dari Healthline.
Manfaat tidur pada waktu yang sama untuk tekanan darah
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tidur pada waktu yang konsisten setiap malam dapat membantu menurunkan tekanan darah. Para peneliti melaporkan adanya penurunan tekanan darah secara keseluruhan pada para partisipan.
“[Waktu tidur yang teratur] ini mungkin merupakan strategi tambahan yang sederhana, tapi berisiko rendah, untuk mengendalikan [tekanan darah] pada banyak orang dengan hipertensi,” tulis para penulis studi.
Penelitian tersebut melibatkan 11 orang dengan hipertensi, terdiri dari tujuh perempuan dan empat laki-laki, dengan rentang usia 45 hingga 62 tahun, serta usia rata-rata 53 tahun. Semua peserta diklasifikasikan memiliki indeks massa tubuh (IMT) obesitas dan tidak memiliki penyakit kronis lainnya.
Sebelum penelitian, jam tidur para peserta bervariasi rata-rata 30 menit setiap malam. Selama dua minggu penelitian berlangsung, variasi tersebut menurun menjadi hanya tujuh menit. Mereka diminta mempertahankan jadwal tidur yang konsisten, dengan durasi tidur yang relatif sama setiap malam, serta tanpa tidur siang.
Tekanan darah peserta dipantau selama 48 jam melalui pemantauan tekanan darah ambulatori.
Hasilnya, jam tidur yang teratur menurunkan pembacaan tekanan darah sistolik 24 jam (angka atas) sebesar rata-rata 4 poin, sementara tekanan darah diastolik (angka bawah) menurun rata-rata 3 poin. Penurunan ini terutama berasal dari turunnya tekanan darah sistolik pada malam hari serta penurunan tekanan darah diastolik secara keseluruhan.
Lebih dari separuh peserta mencatat penurunan tekanan darah yang signifikan. Para peneliti juga mencatat bahwa penurunan tekanan darah malam hari sebesar 5 poin dapat menurunkan risiko kejadian kardiovaskular hingga lebih dari 10 persen.
Para peneliti berteori bahwa ketidakteraturan jam tidur dapat mengganggu ritme sirkadian, yang mengatur siklus tidur-bangun sekaligus fungsi kardiovaskular. Mereka menjelaskan bahwa tekanan darah biasanya turun saat tidur malam, dan ketika penurunan ini tidak terjadi, risiko kardiovaskular meningkat.
“Ini adalah studi bukti konsep yang baik… [tetapi] agar tervalidasi, studi ini perlu diuji dalam studi kontrol acak yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih lama untuk mengukur efek sebenarnya terhadap penurunan tekanan darah,” ujar Nissi Suppogu, MD, ahli jantung dan direktur medis Women’s Heart Center di MemorialCare Heart & Vascular Institute, Long Beach Medical Center, California.
Sementara itu, Kin Yuen, MD, spesialis pengobatan tidur dari University of California, San Francisco, memberikan beberapa catatan.
“Ini konsep yang menarik. Namun, tekanan darah dipengaruhi oleh banyak faktor seperti aktivitas malam hari, tanggung jawab merawat, pengobatan, dan kecenderungan ritme biologis, sehingga sulit digeneralisasi,” ujarnya.
“Bagi mereka yang cenderung mengalami insomnia, peningkatan kesadaran tentang ‘jadwal tidur’ justru dapat memperburuk tekanan darah karena kecemasan menjelang tidur,” tambahnya.

