“Meskipun mengangkat isu yang cukup berat, saya ingin penonton masih bisa menikmati pementasan ini dengan santai. Bisa tertawa karena humornya, bisa terhibur karena bentuk lucu aktor yang menjadi binatang, tapi tetap sarat makna” ujar Rilect Amigos selaku penulis dan sutradara.
Bisa dibilang “Ideologi Binatang!” berisi dialog-dialog humor jenaka dipenuhi ironi, dan absurditas yang mencerminkan realitas sosial: pemimpin yang dipuja, massa yang mudah diarahkan, serta kebenaran yang tersingkir oleh narasi dominan. Lakon ini menyimpan sindiran tajam terhadap perebutan kekuasaan, ideologi, dan rapuhnya moral kolektif.
Berbeda dari drama konvensional, “Ideologi Binatang!” tidak menawarkan pahlawan atau solusi sederhana. Endingnya justru meninggalkan kegelisahan, mengajak penonton merenungkan pertanyaan mendasar, siapakah yang benar-benar menjadi pelaku atas semua yang terjadi, individu tertentu, sistem, atau ideologi itu sendiri?
Dengan pendekatan satire gelap dan alegori yang kuat, “Ideologi Binatang!” hadir sebagai cermin yang memantulkan wajah masyarakat modern: riuh, penuh klaim kebenaran, namun sering kehilangan empati dan kesadaran bersama. (*)



