Jakarta — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo memastikan Polri terus membantu pemenuhan kebutuhan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Dedi menyampaikan bahwa Polri juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan yang akan berlangsung pada Februari mendatang.
“Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan,” ujar Dedi dalam keterangannya, Sabtu (27/12).
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Dedi mengungkapkan masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak, terutama terkait logistik dan penggunaan alat berat. Untuk mendukung proses pemulihan, Polri telah mengerahkan tujuh unit alat berat yang terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, serta dump truck.
Alat-alat berat tersebut difokuskan di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, guna membuka kembali akses yang tertutup akibat banjir.
“Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan,” kata Dedi.
Selain perbaikan infrastruktur, Polri juga menaruh perhatian pada layanan kesehatan bagi warga terdampak. Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah puskesmas mengalami kerusakan berat dan terkendala akses air bersih.
“Hari ini Jakarta sudah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, dan langsung kita kirim,” ujarnya.
Polri juga mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan yang putus akibat banjir. Untuk membuka kembali akses masyarakat, Polri berencana membangun jembatan darurat dengan kapasitas di bawah satu ton.
“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Kalau akses terbuka, pemulihan bisa lebih cepat,” kata Dedi.
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan Polri telah menambah kekuatan personel dengan mengerahkan 190 personel Brimob, terdiri dari 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe. Seluruh personel dilengkapi peralatan pendukung untuk memperkuat pengamanan serta membantu proses pemulihan pascabencana.

