Menutup acara, Raudhah menekankan bahwa perempuan bukan sekadar simbol, melainkan aktor perubahan. “Perempuan bukan hanya tiang negara, tapi konseptornya,” ujarnya.

Senada, Novil Cut Nizar mengajak masyarakat untuk membangun empati dan berhenti menghakimi korban. Kegiatan ditutup dengan pembacaan narasi puitis yang menegaskan semangat women support women dan harapan akan masa depan yang lebih adil. Sebab apabila perempuan berdaya, perempuan dibela. (*)