Kampanye sebagai Arena Produksi Budaya Politik
Kampanye politik bukan hanya proses penyampaian program, melainkan arena pembentukan budaya politik. Pasangan calon menggunakan berbagai strategi simbolik dan material untuk menciptakan citra yang sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam banyak kasus, kampanye terbuka menjadi ruang untuk mempraktikkan politik uang secara halus, seperti pembagian sembako, uang transport, hiburan gratis, atau bakti sosial.
Antropologi melihat kampanye sebagai ritual politik, yaitu suatu proses simbolik yang menegaskan relasi kekuasaan dan makna sosial. Ritual ini melibatkan pertemuan fisik, pidato, simbol visual, dan pemberian hadiah yang bersama-sama membangun narasi tentang kandidat. Politik uang kemudian dipahami bukan sekadar transaksi, tetapi bagian dari ritual patronase yang telah membudaya.
Faktor-Faktor Sosial Budaya Penyebab Politik Uang
Berbagai penelitian (Fitriani et al., 2019; Hudri, 2020; Putra, 2017) dan dokumen hukum menunjukkan sejumlah faktor yang memengaruhi maraknya politik uang:
1. Faktor Ekonomi
Tingkat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi yang tinggi membuat masyarakat mudah tergoda oleh pemberian materi. Ketika kebutuhan hidup mendesak, politik uang dipandang sebagai peluang untuk memperoleh pendapatan tambahan.



