“Baunya sangat kuat dan tidak wajar. Kami khawatir kalau ada percikan api, bisa terjadi kebakaran besar,” ujar seorang warga kepada elangnusantara.com.
Hasil observasi Tim Investigasi elangnusantara.com di lokasi kejadian pada dini hari 15 Desember 2025 menemukan sejumlah indikasi yang memunculkan dugaan kebocoran tersebut tidak terjadi secara alami.
Di lokasi, ditemukan tutup tangki dalam kondisi terbuka. Saluran kebocoran justru ditutup oleh petugas pemadam kebakaran saat penanganan darurat, bukan oleh pihak pengelola gudang. Selain itu, sebelum aparat tiba, terlihat sejumlah orang yang diduga melakukan pengamanan tidak resmi di sekitar area jalan yang tergenang minyak.
Seorang anggota kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi menyatakan:
“Ini disengajo bang. Tutupnyo tercecer. Yang nutup keran ini sayo. Ado 8 sampai 10 tangki putih yang terbukak salurannya, termasuk tangki berisi air, jadi tercampur minyak,” ujar petugas tersebut saat proses identifikasi.
Pernyataan itu menguatkan dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kelalaian teknis.
Pantauan di dalam kawasan gudang menunjukkan kondisi tertutup, minim penerangan, dan tanpa penjagaan resmi. Di lokasi ditemukan kendaraan tangki BBM berwarna biru-putih dengan identitas PT Kerinci Toba Abadi (PT KTA), PT NGE, serta beberapa kendaraan lain dengan stiker perusahaan yang diduga disamarkan.



