Jambi — Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Kota Jambi kian menjadi perhatian publik. Insiden kebocoran BBM di kawasan Paal Merah pada Senin (15/12/2025) tidak hanya memicu kepanikan warga, tetapi juga memantik gelombang reaksi keras masyarakat, khususnya di media sosial.

Sejumlah komentar warganet secara terbuka menyebut nama yang diduga berada di balik aktivitas ilegal tersebut. Akun media sosial @jemy, misalnya, menuliskan komentar bernada tudingan:

“Milik Andri Tan… Mafia besar BBM ilegal yang selama ini kebal hukum.”

Komentar lain datang dari akun @🙏😎BaRon.974 yang menyebut adanya keterkaitan armada tangki dengan perusahaan tertentu serta dugaan sumber BBM dari lokasi penimbunan di Simpang Rimbo, Kota Jambi.

“Mobil biru putih merk PT KTA samo PT KTI, ado di gudang Eko Sanjaya dekat politeknik Simpang Rimbo. Minyak dari gudang Eko itu,” tulis akun tersebut.

Meski bersifat klaim warganet, komentar-komentar ini memperlihatkan tingginya kecurigaan publik terhadap dugaan praktik terorganisir dalam distribusi BBM ilegal di Jambi.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, bau BBM menyengat pertama kali tercium sekitar pukul 11.00 WI pada tanggal 15 dini hari lalu. Situasi memburuk pada dini hari sekitar pukul 01.20 WIB, saat aroma solar semakin pekat dan cairan diduga BBM terlihat mengalir ke area permukiman.