Denpasar — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memprakirakan sebagian wilayah di Pulau Bali berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan saat malam pergantian Tahun Baru 2026.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Nyoman Didik Tri Utami, menyampaikan bahwa berdasarkan model cuaca terkini, kondisi atmosfer di wilayah Bali pada malam pergantian tahun diprakirakan cenderung berawan dengan peluang hujan di sejumlah daerah.
“Pada malam pergantian tahun diprakirakan wilayah Bali secara umum berawan dengan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Bali bagian barat, tengah, dan selatan,” kata Tri Utami saat dikonfirmasi, Jumat (26/12).
Ia menjelaskan, potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh kondisi Bali yang saat ini telah memasuki musim penghujan. Puncak musim hujan sendiri diprakirakan terjadi pada periode Januari hingga Februari 2026.
“Saat ini wilayah Bali sudah memasuki musim hujan. Untuk puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari. Untuk saat ini belum ada rilis terbaru terkait awal musim kemarau,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Tri Utami mengingatkan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca resmi.
“Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Selalu menjaga lingkungan sekitar dan pastikan untuk selalu memperbarui informasi yang dikeluarkan oleh BMKG,” ujarnya.



