Capaian dan Indikator Makro Kabupaten Kerinci

Gubernur Al Haris turut memaparkan perkembangan indikator makro Kabupaten Kerinci.
Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat 4,57 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 74,33 (2024) menjadi 75,10 (2025).
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari 2,48 persen (2023) menjadi 2,51 persen (2024).
Sedangkan angka kemiskinan tercatat sebesar 7,48 persen.

“Data ini menunjukkan perbaikan yang perlu terus dijaga, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil,” ujar Al Haris.

Dorongan Pengembangan Wisata dan Energi

Dalam kesempatan tersebut, Al Haris menyoroti pentingnya penataan kawasan Danau Kerinci sebagai salah satu danau prioritas nasional bersama Danau Toba dan Danau Singkarak.

“Kita sudah mengajukan pembenahan Danau Kerinci ke Kementerian PUPR, insyaallah tahun 2026 sudah bisa dikerjakan,” ungkapnya.

Selain pariwisata, Al Haris juga menekankan pentingnya keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci yang menjadi penyangga energi Pulau Sumatera.

“PLTA membawa dampak positif bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan memunculkan sektor-sektor pendukung seperti jasa, perdagangan, dan transportasi. Bahkan kawasan PLTA kini menjadi daya tarik wisata baru bagi masyarakat,” jelasnya.