3. Gangguan kualitas tidur

Mengonsumsi makanan berat menjelang tidur membuat tubuh tetap aktif mencerna makanan sehingga suhu inti tubuh meningkat, padahal suhu tubuh seharusnya menurun saat memasuki waktu istirahat. Refluks asam yang muncul juga dapat membuat seseorang sering terbangun pada malam hari.

4. Lonjakan gula darah

Setelah makan, terutama makanan tinggi karbohidrat, kadar gula darah akan meningkat. Jika Anda langsung tidur, tubuh tidak mendapat kesempatan membakar energi tersebut sehingga gula darah tetap tinggi lebih lama. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu resistansi insulin dan menjadi awal dari diabetes tipe 2.

5. Risiko strok meningkat

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara tidur setelah makan dan risiko strok yang lebih tinggi. Meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, iritasi akibat asam lambung yang naik diduga memengaruhi aliran darah dan kesehatan kardiovaskular.

6. Suhu inti tubuh meningkat

Konsumsi makanan tinggi karbohidrat pada malam hari dapat meningkatkan suhu inti tubuh dan detak jantung. Kondisi ini tidak ideal untuk tidur nyenyak karena tubuh membutuhkan suhu yang lebih rendah untuk dapat beristirahat dengan optimal.