Estimasi Laba dari Pemain MBG

Cerita menarik dari sosok Novilda yang berangkat dari status ASN Puskesmas Pembantu dengan bisnis catering pada awalnya tak lepas dari sorot lain. Informasi dari sesama ‘pemain usaha’ MBG menyorot soal dugaan monopoli bisnis dengan kemasan mendukung program prioritas MBG.

Sosok narasumber yang enggan disebutkan bahkan mengungkap sosok Novi dengan Yayasan dan koperasinya yang kini membawahi 20 SPPG di Provinsi Jambi. Kontras dengan pengakuannya yang hanya 8 SPPG.

Kalkulasi laba dari bisnis dengan konsumen atau target pasar yang sudah pasti tersebut pun memang menggiurkan.
“Perhitungan Yayasan dapat laba 500 per porsi dikali estimasi titik SPPG punya dia 20 SPPG, dikali 3.000 penerima manfaat dikali 24 hari. Sudah 720.000.000 per bulan untuk Yayasan,” ujar sumber dalam kalkulasinya.

Itu belum lagi dengan kalkulasi laba bisnis, koperasi pemasok bahan bakunya.
“laba koperasi bahan pokok untuk SPPG estimasi 20.000.000 perbulan dikali 20 SPPG 400.000.000. total estimasi diterima sudah sampai Rp1.120.000.000 per bulan,” katanya.

Boleh ASN Berbisnis Dalam Proyek MBG?

Status Novi sebagai ASN pun jadi sorotan, lantaran jika mengacu pada ketentuan UU No 20 tahun 2023. ASN wajib menjaga netralitas, integritas dan bebas dari konflik kepentingan. Lebih lanjut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, Pasal 5 huruf k dan Pasal 11.