“Kita juga mendengar langsung bahwa KAPOLDA akan menindak secara tegas siapapun Oknum Nakal yang membekingi Tambang Ilegal ataupun Orang-orang yang masih mengoperasikan Tambang Ilegal yang telah merusak lingkungan” lanjut Pandu.
“Saya dan Tim sudah menyampaikan juga secara langsung hasil kajian serta temuan di lapangan, titipan pesan dari masyarakat pun sudah kami sampaikan ke Bapak Kapolda, tentu harapan kita tidak hanya di dengar tapi di eksekusi dengan tegas dan oknum dari berbagai latar belakang yang bermain diberi hukuman berdasarkan Undang-Undang yang berlaku” Kata Pandu.
KAPOLDA yang juga di dampingi DIR-INTELKAM Polda Sumbar berjanji akan memberikan dukungan kepada GMNI untuk terus mengawal sampai tuntas dan akan membantu agar tersampaikan ke jajaran FORKOPIMDA (PEMPROV, PEMKAB, PEMKOT, TNI, KEJAKSAAN, dan DPRD Sumbar).
Tim Pencari Fakta GMNI Sumbar menyampaikan Daerah Aliran Sungai yang terdampak Tambang Ilegal sangat rusak dan berpengaruh terhadap punahnya keanekaragaman hayati serta masyarakat kehilang sumber air bersih. Hasil temuan dan aduan masyarakat juga dinyatakan ada beberapa oknum pejabat nagari sampai anggota DPRD yang mempunyai Tambang Ilegal.
Tentu ini sangat disayangkan sekali, apalagi ada juga yang dibekingi oknum aparat berdasarkan penyampaian masyarakat. Maka GMNI Sumbar menantang Kapolda Sumbar beserta FORKOPIMDA untuk turun melakukan sweeping ke tengah masyarakat yang terdampak Tambang Ilegal.



