Sementara itu, Ketua Umum periode sebelumnya, Bily Anggara Jufri, menyampaikan pesan yang sarat makna tentang kesinambungan organisasi. Ia menekankan bahwa regenerasi adalah nadi dari sebuah organisasi mahasiswa, sehingga tongkat estafet kepemimpinan tidak boleh berhenti.

“Tongkat estafet kepemimpinan ini harus terus dilanjutkan agar regenerasi tidak terputus. Saya berharap PMHKS senantiasa eksis dan mampu menjadi ruang kaderisasi yang sehat, tempat lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, kritis, dan visioner. Organisasi ini jangan sampai terjebak hanya pada seremoni, tetapi harus benar-benar hadir dengan karya nyata dan sikap yang membumi. PMHKS harus membuktikan bahwa ia bukan sekadar nama, melainkan wadah perjuangan intelektual mahasiswa hukum asal Kerinci dan Sungai Penuh,” tutur Bily.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga eksistensi organisasi bukan hanya tugas pengurus yang dilantik, tetapi juga seluruh anggota yang ada di dalamnya. “Keberlanjutan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kita semua. Karena itu, saya berharap seluruh anggota terus bersatu, menjaga solidaritas, dan bekerja sama dalam membesarkan PMHKS. Dengan begitu, organisasi ini akan tetap hidup, tetap relevan, dan tetap bermanfaat, baik untuk mahasiswa maupun masyarakat luas,” tambahnya.