Ia juga menyinggung tantangan yang akan dihadapi organisasi di masa depan. “Kita tahu, tantangan ke depan tidak ringan. Kita akan menghadapi masalah, kritik, bahkan rintangan. Tapi justru di situlah makna perjuangan kita. Nelson Mandela pernah berkata, ‘Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi keberanian adalah ketika kita mampu mengalahkan rasa takut itu.’ Maka, kita harus melangkah dengan kepala tegak, dengan semangat pantang mundur.”
Zikri menekankan agar PMHKS menjadi wadah perjuangan, bukan sekadar tempat berkumpul. “Saya ingin organisasi ini tidak hanya jadi tempat berkumpul, tapi jadi ruang perjuangan. Ruang untuk belajar berani, belajar bersuara, belajar memikul tanggung jawab. Karena seperti kata Tan Malaka, ‘Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat kecil yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita sederhana, maka sebaiknya pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.’
Mengakhiri pidatonya, Zikri mengajak seluruh anggota untuk menyalakan api perubahan. “Mari kita nyalakan api perubahan, mari kita kobarkan semangat persatuan, mari kita buktikan bahwa organisasi ini bukan hanya nama, tetapi kekuatan! Kita bukan generasi yang menunggu perubahan, kita adalah generasi yang menciptakan perubahan!”



