Jakarta — Kantor keluarga pengusaha kontraktor Filipina, Discaya, digeruduk massa setelah dituding terlibat dalam skandal korupsi proyek pengendalian banjir.

Aksi protes terjadi di kantor pusat St. Gerrard Construction General Contractor and Development Corporation milik keluarga Discaya di Pasig City, Kamis (4/9) pagi. Massa yang terdiri dari korban banjir serta aktivis lingkungan menuntut pertanggungjawaban Cezarah “Sarah” Discaya dan suaminya Pacifico “Curlee” Discaya.

“Magnanakaw (pencuri)! Ikulong (penjarakan)!” teriak pengunjuk rasa sambil menuliskan slogan tersebut di gerbang kantor, sebagaimana dilaporkan Inquirer.

Aksi protes semakin memanas ketika massa melemparkan lumpur dan batu ke arah kantor serta berusaha mendesak pasangan Discaya keluar dengan mendorong gerbang.

Menanggapi hal itu, keluarga Discaya menyatakan akan mengambil langkah hukum.

“Kami akan mengajukan kasus pidana terhadap penyelenggara protes. Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti berdasarkan rekaman CCTV,” ujar kuasa hukum Discaya, Cornelio Samaniego III.

Cornelio menyebut kliennya merasa sangat terancam dan meminta Kepolisian Nasional Filipina (PNP) memberikan perlindungan.

“Ini bukan hanya tentang keluarga Discaya, melainkan juga masyarakat sekitar yang bisa terdampak akibat tindakan ceroboh kelompok progresif ini,” tambahnya.