• Januari 2025: 2 kasus,

  • Februari: 13 kasus,

  • Mei: 12 kasus,

  • Juni: 18 kasus,

  • Juli: 67 kasus,

  • Agustus: 93 kasus.

Per September 2025, total kasus campak di Jakarta mencapai 218 kasus. Kasus terbanyak berada di Jakarta Barat, terutama di kawasan Cengkareng dan Kelurahan Kapuk.

Meski begitu, Budi menegaskan tidak ada pasien dengan kondisi berat maupun kematian. Penanggulangan juga dilakukan dengan kerja sama lintas sektor.

Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Budi menekankan bahwa imunisasi merupakan upaya pencegahan paling efektif. Imunisasi campak harus diberikan tiga kali pada anak, yaitu:

  1. Usia 9 bulan,

  2. Usia 18 bulan,

  3. Saat duduk di kelas 1 SD.

“Evaluasi hingga tingkat RT penting dilakukan agar tidak ada anak yang terlewat dari imunisasi. Itu kunci perlindungan optimal,” tegas Budi.